DI MASA PANDEMI COVID-19, HARITA BERDAYAKAN UMKM DI DESA SOLIGI DAN KAWASI

DI MASA PANDEMI COVID-19, HARITA BERDAYAKAN UMKM DI DESA SOLIGI DAN KAWASI

Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, HARITA Nickel terus mengembangkan potensi operasional masyarakat lokal di wilayah sekitar. Salah satu perusahan pertambang yang di ketahui beroperasi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), tepatnya pulau Obi itu akan mengembangkan dan meningkatkan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Soligi dan Kawasi. Demikian di sampaikan Corporate Communication HARITA Anie Rahmi dalam rilisnya yang di terima awak media, Kamis (10/09). 

Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) membina UMKM di bidang kuliner di akhir Agustus lalu, HARITA Nickel telah meluncurkan produk kuliner terbaru hasil kerja sama dengan warga Desa Soligi dengan brand “Snack Obi” yang diluncurkan terdiri dari 7 varian yakni, keripik bakso goreng tuna, keripik bayam, stik bawang, manisan buah pala, amplang ikan, nugget ikan, dan juga pempek ikan cakalang.

“Berbagai produk tersebut dihasilkan oleh 5 kelompok UMKM binaan HARITA Nickel, antara lain kelompok Mokesa, Ilea, Kaburi, Asa-Asa, dan Walaka. HARITA memiliki pasar di Obi, yakni ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan kami. Kami memberdayakan warga untuk lebih produktif. Lalu kami bantu pemasarannya di internal. Dari Obi, untuk Obi,” Katanya

Anie menjelaskan bahwa, salah satu pencicip pada kegiatan peluncuran produk ini adalah Gunawan Marbun, dan Ia pun memberikan apresiasinya terhadap hasil olahan warga Desa Soligi dengan rasa bangga.

“Saya sudah mencoba produknya, dan ternyata ada dua produk yang sangat saya sukai yaitu, bakso goreng dan stik bawang. Tambahnya, saya rasa HARITA membawa perubahan untuk daerah. Semoga kehadiran HARITA terus memberi dampak positif kepada semua pihak,” Ungkapnya

Desa Soligi seperti desa-desa pesisir pada umumnya yang memiliki sumber daya bahan dasar makanan yang bisa dioptimalkan. Bahan dasar makanan seperti ikan, kelapa, sayuran, pala, dan sebagainya yang biasa dijual dalam bentuk utuh atau olahan sederhana. Maka dari itu, agar dapat memiliki nilai tambah, melalui program PPM, perusahaan diberikan pelatihan pembuatan makanan ringan yang diharapkan bisa diterima oleh pasar di luar Soligi, termasuk ke Bacan.

“Kami juga mendampingi dalam hal kemasan. Jangan sampai rasa dan kualitas produk menjadi kurang menarik dengan kemasan yang kurang baik. Artinya dapat meningkatkan nilai jual produk tersebut,” Cetusnya

Dirinya melihat ada antusiasme kelompok binaan UMKM Desa Soligi yang mayoritas kaum perempuan yang sudah berupaya melakukanya dengan baik. Selain itu pihak pemerintah Desa juga ikut serta memberikan dukungannya. Bahkan Ke depannya diharapkan produk UMKM ini dapat menjadi ciri khas Obi dan juga menjadi oleh-oleh Pulau Obi.

Sebelumnya, kegiatan tersebut juga telah dilakukan di Desa Kawasi dan pembinaan kelompok UMKM kuliner sudah di laksanakan sejak akhir 2019 lalu. Untuk terkait pendampingan deberi tanggung jawab olehTim CSR HARITA Nickel serta memberikan binaan kelompok dalam hal penyediaan sarana produksi, desain kemasan, hingga yang terpenting pada pembukaan akses kepada konsumen. Di antaranya ada beberapa produk yang berhasil dihasilkan dari Desa Kawasi adalah roti (Elsa Bakery), pia kacang hijau (Elsiyanti), keripik pisang gurih (Horiwo), dan olahan abon ikan (Hininga).

“Seluruh produk kuliner yang dihasilkan oleh kelompok binaan HARITA Nickel, baik di Soligi maupun Kawasi, kini menjadi favorit banyak orang terutama kalangan karyawan di dalam site. Produk itu semakin mudah ditemukan di kantin, mes, hingga ruang rapat sebagai menu camilan” Tutup Anie. 

Sumber: Teropong Malut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *